Fase-Fase Bulan - Triple R Magazine
Fase-Fase Bulan

Fase-Fase Bulan

Share This
Bulan terlihat oleh mata karena memantulkan cahaya matahari dengan bentuk yang selalu berubah setiap harinya. Mulai dari tidak nampak, kemudian muncul bulan sabit dan akhirnya berubah menjadi bulan purnama pada hari ke-14 atau ke-15. Bulan Purnama mengecil kembali menjadi bulan sabit dan hilang pada hari ke29 atau ke-30. Perubahan bentuk bulan tersebut dinamakan dengan fase bulan, yang selalu berulang setiap 29 hari (bulan sinodis/komariah). Berikut adalah fase-fase bulan :

Fase Bulan Baru (New Moon) > 29,5 hari
Pada fase ini buan berada di antara bumi dan matahri atau dalam keadaan konjungsi. Hanya sisi belakang bulan yang mendapat cahaya matahari. Sisi bulan yang menghadap bumi sama sekali tidak mendapat cahaya matahari. Akibatnya bulan tidak nampak dari bumi.

Fase Bulan Sabit Muda (Waxing Crescent) > 3,5 hari
Selama fase ini, kurang dari setengah bulan yang menyala dan sebagai fase berlangsung, bagian yang menyala secara bertahap akan lebih besar.

Fase Kuartir Pertama (Bulan Separuh) > 7,375 hari
Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari sedangkan setengah lainnya tidak. Bulan tampak setengah cakram sebelah kanan.

Fase Waxing Gibbous (Bulan Separuh lebih) > 11,25 hari
Setelah kuartal 1 (Bulan Setengah), porsi penyinarannya tetap masih bertambah sehingga lebih dari setengahnya, sehingga disebut sebagai Waxing Gibbous.

Bulan Purnama > 14,75 hari
Bulan, Bumi, dan Matahari terletak segaris, dengan bumi berada di tengah (dalam keadaan oposisi). Permukaan bulan yang menghadap bumi semuanya mendapat cahaya matahari. Bulan nampak dari bumi berupa lingkaran utuh.

Fase Waning Gibbous (Bulan Separuh lebih) > 18,25 hari
Setelah mencapai purnama, dalam fase ini penyinaran akan mulai mengecil, dan bagian dari bulan yang terlihat dari bumi secara bertahap menjadi lebih kecil.

Fase Kuartir Ketiga (Bulan Separuh) > 22,125 hari
Bulan, Bumi, dan Matahari berada dalam posisi tegak lurus. Hanya setengah permukaan bulan yang menghadap bumi yang mendapat cahaya matahari. Bulan nampak setengah cakram sebelah kiri.

Fase Bulan Sabit Tua (Waning Crescent) > 26 hari
Hanya sebagian kecil dari bulan terlihat dalam fase ini dan secara bertahap menjadi lebih kecil lagi menuju kuartir keempat menjadi bulan baru.

Catatan : 
  • Sabit (crescent) menunjukan fase dimana bulan terkesan disinari kurang dari separuh permukaannya.
  • Gibbous menunjukan fase dimana bulan disinari lebih dari separuh permukaannya.
  • Waxing pada prinsipnya menunjukan pembesaran atas perluasan penyinaran.
  • Waning adalah pengecilan atau penciutan penyinaran.
  • Dalam kasus terjadi bulan purnama dua kali, bulan purnama kedua sering dikenal sebagai Blue Moon

No comments:

Post a Comment

Bijak berkomentar, bijak pula dikomentari.

Pages